UKURAN DAN SATUAN PARE RANGGEUYAN
Dulu sebelum gerakan revolusi hijau digulirkan (1960), mayoritas petani kita menanam padi jenis malai (Sunda: ranggeuyan). Baik itu di lahan basah (sawah) maupun di lahan kering (huma).
Sangat sedikit petani yang menanam padi jenis "gabah curah", yang saat itu terkenal dengan sebutan "pare segon". Mungin benihnya berasal dari Saigon (Vietnam).
Setelah dipanen, padi disimpan dalam bentuk ranggeuyan yang disatukan dalam ikatan-ikatan. Ikatan-ikatan ini, mempunyai ukuran dan satuan tertentu, masing2:
Sangat sedikit petani yang menanam padi jenis "gabah curah", yang saat itu terkenal dengan sebutan "pare segon". Mungin benihnya berasal dari Saigon (Vietnam).
